Saatnya Milenial Cerdas Memilih Pemimpin Hebat


Pemilih pemula merupakan sasaran utama dari partai-partai politik yang mengikuti pemilu di Indonesia karena jumlahnya setengah jumlah keseluruhan pemilih serta orientasi politiknya belum terarah, sehingga mudah untuk  dipengaruhi. Untuk mengatasi hal tersebut maka pemilih pemula memerlukan kecakapan politik yang memadai, karena apabila pemilih pemula tidak mempunyai kecakapan  politik yang memadai maka menyebabkan rendahnya kualitas politik pemilih pemula, yang akan berdampak pada rendahnya kualitas pemilu. Padahal warga negara dan masyarakat yang demokratis harus memfokuskan pada pendidikan dan pembekalan akan kecakapan-kecakapan yang dibutuhkan untuk berpartisipasi dan bertanggung jawab, efektif, dan ilmiah (Winatapura dan Budimansyah, 2007:190). 

Pernyataan tersebut mengindikasikan perlu adanya penguasaan terhadap kecakapan partisipatoris politik warga negara agar dapat berpartisipasi dalam kehidupan kenegaraannya yang tidak hanya terbatas dalam proses pemberian suara. Menurut data Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada Pemilu 2019 Pemilih pemula dan muda mencapai kisaran 14 juta. Direktur Eksekutif Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Tri Anggraeni mengatakan, pemilih muda memang lebih dari 50% yang dikategorisasi hingga usia 35 tahun maka jumlahnya mencapai 79 juta, tetapi jika sampai 40 tahun maka jumlahnya mencapai 100 juta. 

Keberadaan pemilih pemula sering dikaitkan dengan keberhasilan suatu partai dimana jika suatu partai berhasil meraih simpati pemilih pemula, maka partai politiknya akan mendapatkan suara yang tinggi dalam pemilihan. Namun, sayangnya pemilih pemula di Indonesia belum berpartisipasi secara cerdas karena kurangnya sosialisasi tentang pemilu serta ketidaktahuan pemilih pemula mengenai capres cawapres dan caleg. Pemilih pemula cenderung memilih partai-partai politik lama yang meraih kursi di parlemen dan memiliki nama cukup terkenal. Partai-partai kecil lama ataupun baru tidak banyak menarik minat pemilih pemula.

Dari hasil survei itu dapat disimpulkan bahwa pemilih pemula memilih bukan didasari kesadaran karena kurangnya pengetahuan tentang partai politik. Situasi yang terjadi pada pemilih pemula tersebut apabila dibiarkan tentunya akan menghambat proses peningkatan kualitas demokrasi yang sedang dilaksanakan oleh negara Indonesia, karena bagaimanapun juga demokrasi memerlukan pemilih yang cerdas untuk berpartisipasi. Seperti yang dikemukakan oleh Huntington (1982 : 56) bahwa model demokrasi terbaik meliputi tiga tahap substansial, yakni tahap pertama perumusan dan pengembangan identitas nasional, tahap kedua pengembangan pranata atau kelembagaan politik yang efektif, dan tahap ketiga adalah partisipasi politik. 

Pemilih pemula harus didorong untuk dapat memposisikan dirinya sebagai pemilih yang memiliki kecakapan partisipatoris, karena bagaimanapun juga mereka merupakan generasi penerus bangsa yang akhirnya dapat menumbuhkan suatu budaya politik karena sikap politiknya. Seperti yang diungkapkan oleh Mannheim (dalam Seymour, 2007 : 174) : “Pengalaman khusus dalam usia yang khusus menciptakan pemahaman politik yang sangat menentukan di dalam melihat pengalaman-pengalaman politik di masa yang akan datang”.

Dalam hal ini dibutuhkan pendidikan politik dalam rangka menyiptakan kecakapan partisipatoris pada pemilih pemula sehingga partisipasi yang mereka lakukan merupakan partisipasi aktif. Dengan adanya pemilih pemula yang cakap, maka dapat mengubah kebiasaan partai politik, misalnya menolak mobilisasi massa yang selama ini masih menjadi kebiasaan parpol dalam berkampanye untuk menjaring massa, pemberian uang dengan imbalan terlibat dalam politik, karena mereka memiliki hak pilih dan diikutsertakan sebagai pemilih.

Harapan terhadap pilpres dan pileg tahun 2019 semoga berjalan lancar tanpa ada kendala apapun, siapapun yang terpilih nantinya semoga bisa mengemban amanah dan melakukan visi misinya sesuai dengan apa yang sudah dikampanyekan.

0 Response to "Saatnya Milenial Cerdas Memilih Pemimpin Hebat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel